Oke brotha and sista, kali ini gua bakal cerita gimana gua lewatin malem weekend gua yang berstatus JOMBI (jomblo bingung). disaat banyak orang seumuran gua itu jalanya bareng pacar, gebetan, gandengan, pasangan dan sebagainya, tapi gua cuma bisa jalan bareng kawan dan lebih sering sendirian. Banyak yang panggil gua JOMBI karenga gak punya pacar apalagi gebetan, kampreeet! Duafa lah gua, tapi yaudahlah gua jalanin aja selagi gua masih bisa asik sendiri dan happy.



Gua masih bersyukur jadi JOMBI, meskipun jomblo yang bingung gk punya pacar dan gebetan tapi gua enggak pernah bingung mau pergi kemana dan sama siapa sebab gua masih punya banyak sahabat yang ngajak jalan dan juga nyokab yang selalu bisa diajak jalan, karena nyokab ngaku masa mudanya suka hangout kaya gua gini. Memang gua udah lama jadi JOMBI, gua sendiri enggak tau udah berapa lama, karena gua gak pernah nginget2 tanggal jadian apalagi tanggal putus yang menyedihkan itu. Gua lumayan bahagia jadi JOMBI sebab disaat semua orang sibuk PHP-in dan jadi PHO hubungan orang lain, gua masih sibuk bingung dengan status gua yang bikin bingung gua sendiri, gua pernah baca bahwa sekumpulan JOMBI itu gak pernah sikat temenya sendiri meskipun lapar dan haus dan itu menjadi patokan gua dalam menjalani masa duafa dengan sebuah ideologi yg gua sebut JOMBIISME , jadi buat lu yang suka makan temen lu sendiri, lu bener-bener harus belajar dari sekumpulan JOMBI hahaha, dan bagi lo yg udah lama nge-JOMBI inget ideologi kita itu gak makan temen oke hehehe meskipun jomblo harus taat asas, selalu happy dan selalu berbagi pastinya.kalau udah tau kenalin dong wkwkwk



Oke back to my weekend, gua bakal cerita bagaimana seorang JOMBI kaya gua menghabiskan malam weekend. Banyak option untuk seorang JOMBI menghabiskan malam weekendya. pertama gua bisanya pergi nonton hemat (nomat) bareng temen kalau gak sendirian, film2 indonesia lah yang paling gua suka, disaaat semua orang antri panjang untuk nonton film2 barat gua pun ikut baris di antrian panjang itu, tapi bukan untuk film barat melainkan film indonesia sebab gua paling suka film buatan indonesia karena banyak ceritanya yang menarik dan lucu, seringkali tokoh-tokoh sejarah indonesia yang di filmkan itu lebih menginspirasi gua dibanding film superhero barat yang dibuat terlalu berlebihan dan membodohi gua dengan khayalan nisbi. kedua, gua biasanya pergi ke cafe disekitar rumah, rumah gua di galaxi bekasi, di galaxi banyak tempat makan yang enak, udah menjadi magnet bagi orang-orang yang mau kongkow bareng temen, makan bareng keluarga, dan jalan bareng pacar, untuk JOMBI seperti gua bakal tersingkiran dan menjadi orang asing di daerah sendiri sebab di semua tempat makan yang gua tau itu enggak ada yang nyediain meja dengan satu kursi.



Akan tetapi gua gk khawtir dengan itu sebab gua nemuin diamana tempat para JOMBI seperti gua kumpul, ada tempat namanya DMOLKO, toko berlantai dua, lantai dasarnya toko yang menjual jersey2 bola dan lantai duanya bistro, bistro yang comfy bagidi gua, bistro yang berkonsep sepak bola itu sering kali ngadain acara nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola dari segala liga, nah di bistro itulah gua biasa mengabiskan malem weekend, sekedar ngopi, belajar, browsing dan nobar. ketiga, gua seringkali stel musik2 luar maupun dalem all genere dekade 70-an sampe 90-an, gua lebih suka musik di era-era itu sebab musisi2 di era itu sangat berkesan bagi gua karena nada dan lirik yang mereka buat itu punya kualitas yang bagus, musik yang dihasilkan pada era-era itu gak pernah basi, sampai sekarang pun masih exist dibanding dengan musik-musik kekinian yang lagunya kurang punya khas dan kualitas lirik yang buruk, yah gua gk mau mendkritisasikan semua lagu era sekarang begitu, tapi kenyataanya lagu yang seperti itu menajadi dominan.



Sekian banyak musik yang gua putar dari hardisk yang gua colok ke tv di ruang tamu cuma lagu2 the beatles lah yg paling gua suka, dan ternyata saat musik itu berputar nyokab gua juga sering ikut nyanyi, nah dari situlah gua tau nyokab gua suka lagu-lagu The Beatles. di bekasi tepatnya di mall sumarecon, gua tau dari temen gua, kristian, kalau disitu ada Beatles night, sebuah band yang nyanyian lagu-lagunya The Beatles. Gua ajak nyokab gua ketempat itu untuk lewatin malam weekend gua, dan ternyata dia suka, disitu kita nyanyi bareng, twist and shout bareng. nyokab gua disitu cerita kalau di flashback masa-masa mudanya, dia pun seneng dan gua juga ikut seneng. masih banyak lagi sebenernya cara gua untuk lewatin malam weekend dan masih banyak pula ide-ide gua tentang Jus OMBI, tetapi mungkin saat ini hanya ini doang yang bisa gua tulis untuk diceritakan mungkin next time gua bakal bahas secara khusus tetang JOMBI. inget JOMBI-JOMBI selagi masih punya waktu jangan gunain waktu lu untuk terus menyendiri, bikin waktu lu itu menjadi moment, yang bakal seru diingat dikemudian hari baik sama temen lu maupun sama orang tua lu. itu aje penutup cerita gua, dan dibawah ini video gua bareng nyokab gua, kalau lo gimana?
Read More

Beberapa minggu terakhir ini banyak berita mencuat perihal akan adanya eksekusi mati sepuluh narapidana kasus narkoba di indonesia, kasus yang menimbulkan kontroversi ini telah banyak ditentang oleh kalangan para pendukung hak asasi manusia baik di dalam negri maupun luar negri.. adanya peristiwa ini membuatku acuh tak acuh dan menimbulkan kegelisahan tersendiri. oleh karna itu, semakin kuat kegelisahanku semakin kuat pula ku ditarik untuk menuliskan apa yg ada di benak dan pikiranku. Eksekusi telah dilaksanakan pada Rabu 29 April 2015 pagi hari namun baru delapan saja yg telah dieksekusi, ada dua orang yg ditunda pelaksanaan eksekusinya, satu Marry Jane warga negara Filipina dan satunya lagi Sergei Arezky Atloui warga negara Prancis, keduanya memiliki kasus yg masih kontroversial, marry jane diesebut sebut segai korban human trafficking dan yang dari prancis masih ada pengajuan hukum yang dijalani. Tak bisa ku bayangkan apa yang mereka rasakan setelah mengetahui ajalnya di depan mata, mati di pagi hari setelah melihat matahari, mencium bau pagi terakhir dan terlelap di malam sehari sebelum eksekusi, benar-benar tak bisa kubayangkan apa yang mereka pikirkan.

Mungkin ini jalan yang terberat bagi seorang manusia yang memutuskan kematian manusia lain, sebab kematian itu di tangan Tuhan bukan di tangan manusia, tak bisa kubayangkan juga apa yang manusia itu rasakan mengenai keputusannya, itulah lah yang dialami oleh Presiden dan para Hakim yg membuat keputusan itu sendiri.
Rasa simpati dan empati mungkin telah banyak didapatkan kepada mereka para narapidana kasus narkoba yang telah di eksekusi. Namun, bagaimana dengan para korban dari narkoba itu tersendiri?
Sampai saat ini belum pernah kulihat media masa manapun mebahas kehidupan para korban dari narkoba yabg secara spesifik saat mereka menjadi korban yang diserang physocologisnya.

Sedikit ingin kubercerita perihal yang ada hubunganya dengan narkoba yang pernah kualami. Selembar puisi berjudul Ketika Dia Pergi kutulis beberpa tahun lalu untuk mengenang seseorang dari baris bait dan rimaku yang bercerita untuk saudara laki tua kedua yg ku punya yaitu abangku. Sudah lebih dari tiga tahun ia pergi begitu saja dengan sia-sia. Empat tahun yang lalu setahun sebelum kematianya tiba, dipagi Hari Raya Idul Fitri Ibu Bapaku mangajaku mengunjunginya untuk pertama kali, ia telah lama mengalami gejala schizophrenia gangguan kesehatan yg menyerang tubuh dan jiwanya, itu sebab dari narkoba yg kejam yg tak kenal persahabatan, dahulu aku tinggal di tengah kota jakarta, pergaulan yang keras telah kulewati dengan segala perinsip kebaikan yang di tanamkan seorang Nenek dan Kedua orang tua kepadaku. Aku dari keluarga yang utuh, namun aku adiku dan abangku lebih sering diurus neneku sebab kedua orang tuaku berprofesi sebagai pegawai negri, setiap harinya harus berangkat pagi dan pulang sore hingga malam hari, mungkin itu sebabnya dimana waktu mereka mencari uang telah merampas waktu mereka memberi kasih sayang dan perhatian. Tempat tinggalku dahulu di lingkungan yang majemuk dan padat penduduk. Dengan demikian, aku bisa bermain dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan apalagi memilah milih seorang teman. Begitu juga Abangku, aku sering lihat ia bergaul dengan siapa saja, mudah akrab dengan siapa saja, ia sungguh terlihat sebagai sosok yang rukun dan bersahabat. Sering kali Persahabatan yang kuat dengan temannya membuatku iri, iri dengan kedekatan yang mereka punya. Oleh karena itu, aku pun juga memperbanyak teman agar tak kalah dengannya.
Aku sering mendengar kabar negatif terhadap dirinya tentang pergaulan bebasnya. Aku pikir itu hanya issue saja, tapi ternyata itu benar, terbukti dari sahabatnya yang tertangkap oleh polisi karena kasus narkoba. Abangku lah yang menjadi target operasi penangkapan selanjutnya sebab ia disebut pula sebagai pecandu dan terkait kasus penangkapan sahabatnya lalu.

Aku denganya memang tak pernah akrab, sewaktu ku kecil aku sering di tindas olehnya dimanapun aku bertemu selalu saja aku ditempeleng dan disuru pulang tanpa sebab yang pasti, kalau aku tidak menurutinya akan dihajar habis-habisan aku olehnya. Sampai tumbuh besar aku pun muak atas perlakuan terhadapku, aku pun melawannya dan sering kali berkelahi sampai patah tanganku menjadi cacat dan menyebabkan luka di wajahnya yang berbekas disebelah mata dan pelipis alisnya. Sebagai adik aku menyesali perbuatanku, mungkin ini sebab aku berkawan dengan para preman hingga menjadikan diriku brutal dan penentang. Penyesalan juga terjadi olehnya, ia sering kali berkata kepadaku "Cukup gue aje yang ancur jangan sampe lu ancur juga!" Aku mengerti apa yang ia maksud, ia sering melarangku pergi kesana kemari, bergaul sembarangan dan pulang malam, ku sadar itu semata-mata untuk mencegah diriku dari pergaulan yang ia alami, dari situ kumenyadari seburuk buruknya dia, dia tetap abangku dan tak mengubah sedikitpun. sebenci-bencinya diriku terhadapnnya tetap tak dapat menyembunyikan sayangku kepada abangku. Aku pun punya prinsip bahwa senakalnya diriku aku bersumpah tak akan mendekati narkoba apalagi memakainya.

Penangkapan itu baru sebagian saja dari sahabatnya yang tertangkap, yang belum tertangkap pun masih pula memakainya sebab yang ku ketahui mereka tidak pernah berhenti memakainya sampai mereka merasa tenang dan senang itulah efek dari sifat zat adiktif yg membuat abangku dan sahabatnya menjadi pecandu. Neneku semakin tua dan sudah tidak sanggup lagi mengurisi kami, bahkan aku lah yang harus mengurusi neneku sampai ajal memanggilnya. Aku mulai menjadi dewasa karena kadaan bukan karena keinginan, diurus dan mengurus sudah menjadi siklus kehidupan yang wajib dijalani dan itu puls caraku untuk bertima kasih kepadanya yang telah mengurusiku sebagai pengganti kedua orangtuaku.
Perhatian yang aku dan saudara-saudariku dapatkan semakin berkurang setelah kematian neneku, dan pergaulan menjadi semakin dominan mempengaruhi hidup kami. Sebelum kematian neneku aku ingat pesannya untuk menyekolahkan aku di Pesantren namun aku menolaknya sewaktu lulus SD, dan saat-saat menjelang kelulusan SMP aku memutuskan untuk bersekolah di Pondok Pesantren di Banten untuk menjalani pesan terakhir yang masih kuingat.
Sebelum keberangkatanku ke Banten abangku sungguh terlihat aneh, ia sering kali diam tak pernah bicara sedikitpun, tak ada kata yang bisa di keluarkan dari mulutnya yang rapat dijahit kegelisahan, ia semakin sering temenung dan sering mendelikan matanya berkali kali, melihat dengan tatapan yg tajam kepada siapapun dan benda apapun yang dilihatnya, itu menimbulkan keheranan bagiku dan siapapun yang melihat dirinya. Di tengah malam ia sering terdiam lalu menangis, di siang hari ia sering senyum ramah, bahagia sendiri, lalu temenung kembali. Ibu dan Bapaku mengirimnya ke dokter untuk mengecek kesehatanya lalu ia disarankan untuk direhabilitasi. Kepergianku ke Banten bertepatan dengan kepergian ke tempat rehabilitasi dirinya di Tasikmalaya. Aku pergi ke Pesantren Banten untuk sekolah mengenyam pendidikan, namun ia pergi ke Pesantren Tasikmalaya untuk mengobati penyakitnya.

Setelah menigalnya neneku, keluargaku pindah ke kota Bekasi dan meninggalkan Jakarta yang meurutku sudah ternoda, dinodai oleh nahkoda pengedar narkoba, dengan senjata pembunuh masalnya yaitu tablet-tablet ekstasi, butiran-butiran sabu, dan lintingan ganja yang terus menyerang pemuda seperti aku dan abangku.
Satu persatu sahabatnya pergi ada yang tertangkap polisi dan ada yang melarikan diri dan itu sampai saat ini tak terlihat krmbali. Masa rehabilitasi sepertiga tahun di tasikmalaya sudah usai namun, sebulan kemudian ia kembali memakai narkoba kerena tidak kuat menahan godaan dan manahan kencanduaan. Ia sakit kembali mengigil menangis, menjerit, berteriak menahan sakitnya, aku tidak tahu apa yang ia rasakan dan di sekujur tubuh mana yang sakit ia keluhkan. Ketika liburan aku sering memerhatikan dan mengawasi dirinya, aku luluh dan mengubah diriku yang condong membenci mengarah ke rasa sayang dan peduli.

Liburanku usai, ia dikirim tempat rehabilitasi lagi, bukan lagi di Pesantren Tasikmalaya melainkan di utara Jakarta.Di hari raya Idul Fitri aku mengunjuginya, sudah hampir setahun ia di tempat itu, ia tampak kurus terlihat kurang gizi dan energi, di tempat itu banyak pemuda seumuranya dahulu dan seumuranku kini, mereka juga di rehabilitasi, mereka tidak hanya kehilangan energi namun lebih dari itu. Abangku sudah banyak kehilangan, kehilangan akalnya, kesadaranya, kebebasannya, kebahagiannya, kesehatanya, dan masa mudanya, di tempat yang terlihat seperti gudang tertutup itu yang ia dapati hanya memar, kesedihan, dan kesengsaraan. Aku hanya bisa menangis dan berdoa melihatnya kondisinya, kakinyaa di rantai bagai tahanan dibelenggu bagai binatang, rambutnya botak pelontos tidak rapi yg dicukur seadanya. Itu semua dialami oleh Abangku dan berikut para penghuninya, yang menjalani rehabilitasi di tempat yang seperti barak yang tak layak untuk dijadikan tempat penyembuhan kesehatan para pecandu narkoba. Aku sungguh terpukul melihat tatapan matanya yang luluh dihadapanku dan kedua orang tuaku, ia sering menginginkan pulang namun tidak pernah diizinkan, ingin sekali aku menuntut semua ini dan menyuarakan keadaan Abangku namun aku tidak tahu dimana dan kepada siapa aku harus menuntut, aku hanya bisa menuntut diriku sendiri untuk menjadi manusia yang lebih baik aku pula harus menjalani rehabilitasi hidup bukan karena narkoba seutuhnya namun karena kejahatan ibu kota dan nahkoda pengedar narkoba yang telah menghancurkan harapan semua orang tua kepada anaknya, Orang tuaku menangis dan memeluk abangku sebelum pulang pergi dari waktu jenguknya, ibuku berpesan kepada abangku "Kamu makan yang banyak yah nak, kamu yang rajin ibadahnya biar cepet sembuh biar cepet pulang, kamu yang sabar yah, sehat sehat disini mamah papah pulang dulu yah, kamu yang betah disini jangan nangis sering berdoa untuk kamu dan mamah papah, mamah pulang dulu yah" ibuku pergi dengan membawa rasa rindu yang amat kuat dan rasa percaya yang besar untuk kesembuhan abangku.Bapaku hanya bisa diam lalu mengurusi berkas dan biaya administrasi abangku kepada pihak pengelola.Dan aku, aku benar-benar tam bisa menahan diri untuk menangis, aku hanya meneteskan tiga air mata di depan gerbang besar besi tua penutup tempat itu, di perjalannan pulangku tiga air mata itu menetes kembali satu tetes adalah doaku untuk abangku dan dua tetes untuk kedua orang tuaku.

Mengenai sahabatnya dahulu, sudah sekian lama sahabatnya tak pernah kulihat wujudnya dan tak pernah kuterima kabar darinya apalagi mengunjungi abangku saat-saat sakit.aku pula tak tahu keadaan mereka setelah aman dari pengejaran polisi di masa melarikan diri, entah beranta dimana sahabat abangku berada, abangku sakit pun kurasa mungkin mereka tidak mengetahui, entah dimana persahabatan yang pernah ku irikan dan mereka gembor-gemborkan dahulu. Ku hanya melihat Ada uang ada persahabatan sebab baginya ada uang ada narkoba yang mereka bisa pakai, telan, suntik, hisap hingga mereka bakar, yang terpenting mereka bisa memanfaatkan teman yang mereka sebut sahabat.

Setahun sekian bulan abangku disana tidak membuat dirinya kembali sembuh, melainkan tambah sakit dan derita ia rasakan.. setiap pagi diguyur dengan sember air penuh air setiap malam dibangunkan, dipaksa mandi dan mengkaji, aku tak mengetahui apa yang mereka kaji sebenarnya. Abangki diperlakukan bukan seperti manusia normal yang terhomat dan bermartabat, aku mendengar hal itu terima tidak terima harus terima demi kesehatan abangku, namun yang pada awalnya kedua orang tuaku setuju tapi lama kelamaan setelah melihat keadaanya yang semakin memburuk tidak terurus, semakin parah sakit tubuh dan jiwanya.
Orang tuaku marah kepada pengurus tempat itu lalu membawanya pulang. Dirumah, gizinya bisa diperbaiki namun tidak pada kesehatan jiwanya. Pada suatu ketika abangku meriang, mengigil panas tinggi seperti panasnya menanak nasi, abangku dilarikan kerumah sakit. sekian minggu dirumah sakit ia tidak sadarkan diri. Saat bapaku menjenguku di pesantren mengabarkan hal itu semua kepadaku dan aku sekali lagi hanya bisa menangis dan berdoa untuk kesebuhanya, lebih sering aku mendirikan ibadah agar sehat abangku dan sabar kedua orangtuaku dalam menghadapinya.
Tibalah waktu kematianya, dijemputku oleh saudaraku untuk pulang kerumah.
Bendera kuning menghiasi sudut-sudut rumahku, kursi dan tenda terpasang dan aku tidak berkata apa-apa, masuk kedalam rumah lalu melihatnya ia terbaring di atas ranjang untuk satu orang, Aku membuka kain putih yang menutupi wajahnya untuk melihat jasad terakhirnya, aku tak bisa menangis aku hanya terdiam lalu membacakan doa untuknya, aku mulai menagis ketika ibuku memberitahuku sebelum ajalnya ia menyebut namaku aku belum tau mengapa ia sebut namaku sampai saat ini, aku hanya mengambil kesimpulan bahwa dia mengingatku tentang kesalahanku dan mengingatkanku untuk menjauhi narkoba, sebagai manusia aku menangis atas kepergianya, hati nurani mana yang bisa tidak peduli dengan saudaranya sendiri.


Ceritaku itu tidak sedikit pun kutulis dengan maksud untuk menjauhkan siapapun dari narkoba, namun dapat ditelaah lebih jauh lagi, bagaimana narkoba telah memutuskan persaudaraan dengan kematian, korban narkoba tidak hanya mengorbankan nyawanya namun mereka juga akan mengorbankan perasaan semua orang yang ia tinggalkan.
Begitu pula para narapidana yang telah di eksekusi, mereka mati tidak hanya meninggalkan jasad namun meninggalkan cerita yang berliku.
Mereka pun sudah ditembak mati dan Abangku juga telah mati, Manusia indonesia yang lainnya juga banyak yang mati. Kalau sudah mati, jadi, apalah yang harus diperdebatkan, orang mati adalah perkaranya orang hidup, orang mati sudah tidak mengurusi apa-apa yang ada di dunia, mereka hanya mengurusi perjalanan selanjutnya. Mereka hanya tinggal mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan selama hidup di dunia, kita tidak mengetahui apakah mereka masuk surga ataukah neraka sebab hanya Tuhanlah yang berkhendak.

Akar masalah dari meluasnya peredaran narkoba di indonesia ternyata tidak hanya didorong oleh pengonsumsi yang banyak, tapi karena birokrasi yang sering disebut korup sehingga mudah sekali narkoba beredar di indonesia, polisi, hakim, dan jaksalah yang harus bertanggung jawab sebab merekalah yang menjamin keamanan, dengan membuat segala peraturan. Bpk. Presiden menurutku belum dikatakan sukses memberantas narkoba kalau hanya dengan mengeksekusi bandar dan pengedarnya saja, Bpk Presiden harus bisa membereskan birokrasi yang korup, yang sering dihina dinakan oleh rakyat yang menutut bersihnya pemerintahan, pengadilan, dan kepolisian sebab aku mengakui Bpk Presiden itu orang baik. Aku pernah mendengar sebab banyaknya carut marut kejahatan di dunia itu karena banyak diamnya orang-orang baik. Mereka tidak berani bertindak tegas menyuarakan kebenaran. Aku mengutip perkataan Bpk Gubernur Dki Jakarta yang dahulu sebagai wakil gubernurnya, "kalau orang sudah takut kehilangan jabatannya maka ia akan kehilangan keberaniannya".

Aku menulis ini tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, aku hanya ingin menuntaskan kegelisahanku, sekedar mengupas luka dengan tulisan. Kuharap luka kering ini tidak menimbulkan luka-luka lainnya.

Aku tak bisa memastikan akankah aku dapat terjauh dari narkoba sampai mati, sebab bagiku narkoba itu seperti ideologi, sekali lahir ia akan hidup abadi, tak akan mati dan akan menyerang siapa saja tak kenal usia, gender, jabatan, dan kekuasaaan.

Terimakasih telah membaca tulisanku ini.
Homatku, Syahdan
Read More
Setiap orang akan merasa sangat tidak puas dan kecewa ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan dan diimpikan olehnya. Setiap orang yang mengalami kegagalan dirinya akan merasa terancam oleh sesuatu yang akan datang menghampirinya, dan membuat sedih dirinya, karna efek dari kegagalan itu sendiri.Di sisi lain, setiap orang juga mempunyai cara tersendiri untuk berdiri ketika terjatuh,seseorang yang sering mengalami kegagalan biasanya lebih tahu jenis kegagalan apa saja yang akan datang dikemudian hari, yang akan menghalangi dan melenyapkan kesuksesan yang mereka inginkan. Setiap orang yang belajar dari kegagalan, maka sama saja ia belajar untuk kesuksesan, dan setiap orang yang belajar untuk kesuksesan maka ia harus mempelajari juga sebuah kegagalan yang telah terjadi di masa lalu dan telah menanti di masa depan.
Setiap orang mempunyai keinginan dan kebutuhan, tetapi yang sering diutamakan adalah sebuah kebutuhan dibandingkan sebuah keiginan. Jikalau keinginan itu terpenuhi maka rasa puas pun akan menyelimuti, jikalau keinginan itu tidak terpenuhi maka rasa sedih menghampiri, jikalau kebutuhan terpenuhi maka ia akan mencari kebutuhan lainnya yang harus di penuhi, tetapi jikalau kebutuhan itu tidak terpenuhi,maka rasa menderita pun terus membayang-bayangi. Menghitung kegagalan adalah salah satu cara seseorang memotivasi dirinya untuk meraih kesuksesan, dan orang yang akhirnya menjadi sukses adalah mereka yang tidak takut untuk mencoba dan terus mencoba. Muhammad Ali had a great line in the '70s when he asked" how many sit-ups do you do?" He said, "i dont count my sit-ups, i only start counting when it start hurting. When i feel pain, that's i start counting because thats when it really counts." thats what makes you a champion, and thats the way it is with everything. No pain No gain.
 
Ketika diriku mengalami kegagalan dalam hal apapun, aku punya cara tersendiri untuk tidak melihat kegagalan itu sebagai penghalang untuk meraih kesuksesan. Remaja seumuran ku pada umumnya itu lebih sering gagal dalam meraih apa yang mereka inginkan, karna memang itu adalah sebagian dari sebuah bekal perjalanan hidup untuk kedepannya. Kegagalan di kalangan remaja yang sering terjadi itu banyak jenisya, conoh seperti gagal meraih nilai yang cukup disekolah, gagal dalam meraih kemenangan dalam sebuah kompetisi, gagal merajut cinta, gagal dalam pertemanan, gagal membahagiakan orang tua, dan masih banyak lagi.
 
Sering kali seseorang yang gagal terus merenung dan merenenung, lebih sulit untuk bangkit kembali, salah satu caraku saat mengalaminya adalah mengambil waktu sebelum tidur untuk merenungkan dosa apa saja yang telah kuperbuat dan juga aku mencoba memikirkan untuk mencari jalan keluar sehingga membuat diriku bangkit dan berdiri lagi, di atas kaki sendiri. Tak jarang diriku mengamati langit dari jendela yang terbuka, angin dan udaranya yang membujuku untuk naik keatap rumahdi tengah malam hari, dimana saat itu langit terasa gelap, persis segelap perasaan diriku saat itu, diriku memulainya dengan membuka mata lebar-lebar, selebar luasnya langit yang terlihat malam itu.  Disaat langit bertabur bintang disaat itu juga diriku mulai merasa nyaman, dan aku pun bisa lihat bintang-bintang terang, yang lebih terang, dan paling terang. Ku percaya sebenarnya bintang-bintang itu mempunyai terang yang sama, hanya saja jarak dan waktu membuat mereka terlihat berbeda, ada yg redup dan ada juga yang paling terang benderang.. kalau di hubungkan dengan kegagalanku sendiri, bisa diartikan kesuksesan yang ku inginkan itu seperti bintang di langit, jarak dan waktu adalah penyebabnya.
 
Aku harus bisa lebih bersabar untuk menunggu dan menerima kenyataan, di samping itu juga gak hanya belajar dari bintang yang terang, tapi juga bintang-bintang yang telihat redup yang punya cahaya tapi tak seterang bintang-bintang lainya.. aku pun percaya bahwa bintang yang redup itu suatu saat akan menjadi bintang yang terang benderang yang akan memotivasi setiap orang  yang sering mengalami kegagalan, dan bintang itu pun akan membagikan cahayanya kepada setiap orang yang terus bersabar dan berusaha, hingga suatu saat seseorang itu akan bersinar seperti bintang yang memukau bagi siapa saja yang melihat dan percaya bahwa kesuksesan itu butuh jarak dan waktu.
 
Jadi bagi siapa saja yang sering merasa gagal dalam hal apapun, jangan sedih dan merenung terlalu lama, mulailah dengan mengambil langkah yang belum pernah dirimu langkahin sebelumnya.. cobalah dengan cara yang baru tapi untuk hal yang sama, yaitu keberhasilan, karna langkah bukan hanya untuk jalan setapak, tapi masih ada banyak jalan yang tersedia yang dapat dijejaki untuk mencapai tujuan yang ingin kita singgahi.. masa lalu adalah masa sekarang dalam masa depan.. keep your chin up, no matter what, no matter when, no matter where,  lets we gotta go ahead! and remember, you cant climb the ladder of succes with your hand in the pocket..just do the best you can!
 
Kamu harus MOVE ON !
Salam inspirasi!
Syahdane

Read More


Jeritan terlepas dan gemuru hati tersembunyi saat sanak saudara melihat
senyuman terakhirmu. Wahai saudaraku, sebelum ajalmu datang kudoakan
kau lekas sembuh. Ibu, ayah, adik, kakak tertekuk sedih dengan raut wajah
yang seakan tidak percaya hari ini datang. Wahai saudaraku ketahuilah,
sayang beribu sayang yang kami miliki sepenuhnya untukmu, cinta murni
seorang ibu yang selalu menemani di setiap malam sebelum tidurmu, cinta
murni seorang ayah yang selalu memberi semangat kepadamu untuk hari
yang cerah, sayang seorang adik yang selalu senang dengan semua cerita,
canda, tawamu yang membingkai harimu, sayang seorang kakak yang selalu
iklas demi terciptanya senyuman di raut wajahmu yang berseri.

Dan kinipun kau meninggalkan senyuman terakhir, yang tak akan kulihat
kembali di hari yang indah di dunia. Betapa cintanya ibuku padamu betapa
sayangnya ayahku padamu dan betapa rindunya aku padamu. Kau hanya
menutup matamu Kau hanya terdiam dan kau hanya berbaring dengan kain
puith halus yang melapisi tubuhmu, selirih rasa duka menghadirkan air
mata. Wahai saudaraku, kukan lukiskan sebuah indahnya persaudaraan.
Lihatlah dengan kedua matamu dan lihatlah cahaya cinta yang dimiliki oleh
saudara-saudaramu, dan sebuah kasih sayang yang tak akan pernah sirna
dimiliki oleh kedua orang tuamu.

Iklash hati kami mengiringi perjalananmu wahai saudaraku.
Damailah kau disisi-Nya.



Ichsan Ali Akbar Bin Achmad Pohan
Rabu, April 18, 2012


Your Brother
Syahdan Husein
Read More
Anda mungkin pernah melakukkan hal terbodoh saat anda mengalami emosi
yang tidak stabil sehingga membuat anda tidak nyaman. Emosi lebih kuat
dari pada logika, akal, atau intelek, mereka jauh lebih kompleks, lebih
mistik dan aneh dan terlalu sering, mereka berada dalam kendali Anda.
Oleh karna itu untuk mencegah hal-hal bodoh yang tidak di inginkan
inilah cara-cara agar anda dapat terjauh dari masalah yang akan
menimbulkan berbagai masalah.

Intruksi pertama. Anda harus jauhi diri anda dari seseorang yang menurut
anda itu adalah subjek yang membuat anda merasa tidak nyaman. Untuk
mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Intruksi kedua. Carilah tempat yang membuat anda nyaman untuk
menyendiri, tempat yang kiranya terkesan buat anda, tempat yang menurut
anda bisa meredahkan emosi anda, dan yang pastinya tidak membuat anda
merasa bosan ketika berada disana.

Intruksi ketiga. Berusahalah bercerita kepada seseorang yang menurut anda
orang itu dapat meredahkan situasi anda dan ketika bercerita kepada orang
tersebut, berusahalah mintalah pendapatnya untuk mendapatkan sebuah solusi.

Intruksi keempat. Renungkanlah hal apa yang membuat anda seperti itu dan
masalah apa yang membuat itu terjadi, dan cobalah mendekatkan diri kepada
sang pencipta. Tuangkanlah seluruh pendam dalam benak dan cobalah
tenangkan diri dengan beribadah sampai anda mendapatkan ketenangan.

Intruksi kelima. Cobalah untuk menutup akhir dari sebuah emosi dan dari
sebuah kegalauan dengan sebuah aktivitas yang kiranya bisa membuat diri
anda agak lebih baik dari sebelumnya. Contohnya seperti membuat sebuah
karya tulis, bermain game, olahraga, atau mulailah membaca buku-buku
yang anda sukai.

Sungguh seseorang itu akan tambah dewasa disaat seseorang itu mendapatkan
sebuah masalah, sebab dia akan mencari jalan keluar dan akan mencari titik
pusat dari masalah yang dihadapinnya, dan akan mempersiapkan diri untuk
masalah yang akan dihadapi di kemudian hari. ketahuilah bagaimana menangani,
memicu dan mengkontrol diri Anda. Pelajarilah bagaimana mengelola dengan baik,
dan semua keberhasilan dalam hidup akan menjadi milik anda.

SEMOGA BERHASIL YA GUYS ! 

Dr. Syahdan Husein. So

Read More
Cerita 2 pelajar yang bersahabat. satu orang baik dan satunya
lagi seperti orang jahat, dan mereka menjadi buronan polisi
karena telah melakukan kejahatan dan melakukan aksi kabur
dari sekolah saat pelajaran berlangsung. Para petugas keamanan
memburunya dengan pasukan/perlengkapan mereka :
1. Motor besar
2. Mobil kecepatan tinggi
3. Bus besar dan para prajuritnya
4. Senjata karbin T14-2
5. Granat
6. Bom smoke

Ini ceritanya sedikit sederhana yang penting bisa menghibur
anda :D




Read More
Kawula muda Indonesia sedang ramai-ramainya berkreativitas di ranah musik. Mereka membuat bermacam band Indie yang tampil pada Gigs berbagai aliran seperti metal, hardcore, melodic, dan screamo. Mereka membuat lagu yang spektakuler dan sanggup untuk membuat kepala anda bergoyang (Baca: headbangs). Mereka memiliki kualitas musik yang bagus di mana setiap pertujukannya selalu berhasil mengambil perhatian para penonton. Contoh daftar band Indie di bawah ini yang sudah tidak asing didengar oleh kawula muda sekarang, terutama di Jakarta.

The light shadow of lunacy (post-hardcore)



Members:
MANGAP -  SCREAM
AKI - GUITAR
UBAN - GUITAR
SAE - KEYBOARD
PONI - DRUM
VIQI - Bass

Hometown:
Jakarta

for myspace: http://www.myspace.com/thelightshadowoflunacy
Twitter : https://twitter.com/#!/TLSOLband
General Manager:
Fraidey +62 856 9010 399
Booking Agent:
tania 021 95951374


Grizzly attack (Screamo/Metalcore)



Kota Asal JAKARTA
terdiri dari.
IPPUL COMBET (VOCAL) YG MERUPAKAN VOCAL DARI BAND METAL HITHERTO SATANICAL
DOLLAH (GUITAR) MERUPAKAN GITARIS DARI THE RISE OF MASSACRE
VIKI (GUITAR) MERUPAKAN VOCAL DARI THE LIGHT SHADOW OF LUNACY
ZHABAD (BASS) MERUPAKAN GUITAR DARI ILEGAL ACT OF GOD
BELLA (DRUM) MERUPAKAN DRUMER DARI N.A.C.L DAN EX THEATER SIMULATION, DAN THE POTRAIT OF BETRAYEL

Second Hell (Metal Core/Hard Core)


Aski aditya - as bass
Ryan nugraha - as drum
Resha januarespana - as guitar
Aryo pratama - as guitar

Kota Asal Jakarta
At the moment SECOND HELL have 5 song items:
1. FOR YOU LENA
2. YOUR SHADOW'S
3. REASON TO DIE
4. EVIL EMOTIONLESS
5. I SAID YOU DIE TOMORROW

facebook : https://www.facebook.com/pages/SECOND-HELL/41578189711
myspace: http://www.myspace.com/2ndhell
twitter: https://twitter.com/#!/2ndhell


Grace Forward (Progressive metalcore)


APE - VOCAL
EJHA - GUITAR
ALDRI - GUITAR
IZZY - BASS
ARIS - DRUM
Home Town

Jakarta, Indonesia
Booking & Contact:
KOKO 02192173076
Vickih 08568035767
Read More
CRUNK
Crunkcore (juga disebut crunk punk [1], [screamo-crunk dan scrunk 2]) adalah genre musik yang menggabungkan hip hop crunk dengan unsur-unsur screamo. [3] Phoenix Boston menggambarkannya sebagai "kombinasi minimalis hip-Selatan hop, Auto-Tune croons, kerusakan techno .

band band yg genere nya crunkcore
- brokencyde
- millionaires
- cash cash
- 3oh3!
- attack attack
- breathe electric
- cobra starship













Read More